.

.
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Friday, June 19, 2015

11 Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan tidak sebatas sebagai bulan suci bagi umat Muslim. Dalam sejarah Islam, sejumlah peristiwa besar yang sangat menentukan dan bermakna bagi umat Muslim terjadi di bulan ini. Sedikitnya, ada 11 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, baik klasik ataupun modern. Apa sajakah peristiwa-peristiwa tersebut?
Berikut 11 Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Ramadhan.
1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)
Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.
Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:
  • Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun
  • Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.
  • Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.
  • Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.
  • Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,
  • keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.
Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.
2. Bulan Diturunkan Alquran
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Alquran: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS Al Baqarah: 185)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Allah SWT memuji Ramadan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-quran yang agung”. Sebagaimana Allah mengkhususkan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Alquran, sesungguhnya telah disebutkan oleh hadits bahwa pada bulan Ramadhan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw.
Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan: “Lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedang Alquran diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad dalam Musnad, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1575)
3. Peristiwa Perang Badar
Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.
Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.
Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.
“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Al-Imran:123)
4. Islam Masuk ke Yaman
Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah.
5. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza
Setelah umat Islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad saw menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka’bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 H, Rasulullah mengirim Khalid bin Walid untuk memusnahkan patung al ‘Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, al ‘Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut. Khalid bin Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al ‘Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.
6. Penyerahan Kota Taif
Kota Taif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad saw saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad.
Nabi muhammad dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke-9 H dengan menyerahkan kota Taif sebagai tanda menyerah.
7. Pembebasan Andalusia (Spanyol)
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M. Pada 28 Ramadan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus.
Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalus dan menyelamatkan rakyat Andalus yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama delapan abad.
8. Peperangan Zallaqah di Portugal
Peristiwa ini terjadi setelah subuh hari Jumat, bulan Ramadan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Alfonso VI.
Tentara yang dipimpin oleh Alfonso VI yang berjumlah 80.000 tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh Spanyol dan menyelamatkan umat Islam. Setelah itu, Dinasti Murabit di Spanyol berdiri sejak 1090 sampai 1147 M.
9. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol
Pada tahun 126 sampai 1405 M, kaum Mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut sejarah, kekaisaran penaklukan mereka seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.
Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan menyerbu kota Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Eufrat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta. Pada 15 Ramadan 658 H bersamaan 1260 M, tentara Islam bangkit membuat serangan balas. Tentara Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir menyerbu ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di Ain jalut. Terjadilah Perang Ain Jalut.
Dalam pertempuran itu, tentara Islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, penasihat Hulagu Khan yang menasihatinya untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara Islam.
10. Peperangan Yakhliz
Pada 15 Ramadan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.
11. Direbutnya Garis Bar Lev, Israel
Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadan.
Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil menduduki bukit Golan, Syria, di utara dan semenanjung Sinai, Mesir, di selatan hingga ke kanal Suez. Setelah itu, Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.
Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.

Thursday, April 17, 2014

Subhanaallah - Fenomena Menarik Gerhana Bulan Berdarah Dari Serata Dunia

Beberapa jam yang lalu, telah  berlangsungnya fenomena gerhana bulan merah atau "Blood Moon". Fenomena yang menarik ini terjadi kerana ia berlangsung dalam masa yang sama semasa planet bumi berputar pada posisi yang paling hampir dengan planet Marikh.
Gambar-gambar fenomena ini diambil dari seluruh dunia yang berlaku pada 
lewat Isnin 14 April 2014 dan awal selasa yang 
berlangsung selama 3 jam 50 minit.
   





  


  


  




























Thursday, February 20, 2014

Asteroid Sebesar 3 Padang Bola Lepasi Bumi.



LONDON 19 Feb -  Sebuah asteroid yang dianggarkan sebesar tiga padang bola melepasi bumi pada jarak dekat kelmarin, kira-kira setahun selepas sebuah asteroid lain sebelum ini meletup di Russia dan mencederakan 1,200 orang.

Slooth Space Camera menjejaki asteroid itu yang melepasi bumi pada kelajuan 43 kilometer sejam bermula jam 2 pagi (GMT), menurut perkhidmatan teleskop robotik itu dalam laman Slooh.com.

Kumpulan Astronomi Dubai memaparkan gambar Slooth di langit dalam laluannya yang mudah dilihat, tetapi pergerakannya tidak dapat diambil dalam paparan secara langsung di sebalik pemandangan bintang waktu malam.

Asteroid sepanjang 270 meter itu melepasi bumi pada jarak 3.4 juta kilometer, lebih setahun selepas asteroid jatuh ke bumi pada 15 Februari 2013 di Chelyabinsk, Russia.

Asteroid itu mencederakan 1,200 orang dan menyebabkan gelombang gegaran yang memecahkan tingkap dan merosakkan bangunan.

Pegawai rasmi wilayah Chelyabinsk berhasrat memperingati insiden itu dengan memberikan secebis batu meteorit kepada setiap atlit yang memenangi Olimpik Musim Sejuk 2014 yang memenangi pingat pada Sabtu di Sochi.

Namun, Jawatankuasa Olimpik Antarabangsa pada saat-saat akhir berkata, ia boleh dilakukan hanya selepas acara tamat dan berasingan.

"Balai cerap paling canggih Slooh di Gunung Teide, Kepulauan Canary, Sepanyol dilitupi ais dan tidak boleh digunakan untuk pencerapan 2000 EM26," kata pengarah teknikal dan penyelidikan Slooh, Paul Cox menerusi paparan langsung laman Slooh. - Reuters 


kredit: tranung kite 

Saturday, January 4, 2014

Mampukah Morsi kembali?


PERGOLAKAN di Mesir, ekoran rampasan kuasa tentera dan pembunuhan ribuan penunjuk perasaan penyokong Presiden yang digulingkan, Dr Morsi, menimbulkan banyak persoalan. Mampukah Ikhwan Muslimin bertahan dengan kezaliman dan penindasan ini?

Wartawan Harakah, AHMAD LUTFI OTHMAN dan AZAMIN AMIN menemubual Prof Dato’ Dr Mohammad  Redzuan Othman, Dekan Fakulti Sastera dan Sains Sosial, Universiti Malaya, tokoh yang dianggap paling layak bericara mengenainya.

HARAKAH: Apa yang boleh digambarkan situasi terkini di Mesir dan jangka hayat perjuangan Ikhwan Muslimin, setelah melalui penindasan kejam yang begitu dahsyat oleh tentera?

DR MOHAMMAD REDZUAN: Mereka yang anti-Islam dan Israel dengan gembira beranggapan bahawa Ikhwan Muslimin bakal mengalami zaman gelap dan tidak mempunyai masa depan lagi dalam konteks proses politik di Mesir. Pihak tentera dan musuh-musuh Ikhwan Muslimin di Mesir cuba menggunakan pendekatan yang dilakukan di Algeria dalam usaha menindas gerakan Islam itu dan memaparkan imej buruk sehingga perjuangan gerakan Islam tersebut ditolak oleh majoriti rakyat.

Di Algeria berikutan tindakan tentera merampas kuasa pada tahun 1992 dengan menafikan hak FIS untuk memerintah,  walaupun parti Islam itu berjaya mendapat sokongan majoriti rakyat. Dalam pilihan raya tahun 1991 FIS berjaya mendapat  48 peratus undi atau 88 daripada 231 kerusi yang dipertandingkan.

Disebabkan gagal mendapat 50 peratus undi untuk menjadi pemenang mutlak, pusingan kedua pilihan raya perlu diadakan yang hampir pasti akan memberikan kemenangan kepada FIS. Bagi menghalang FIS daripada mencapai kemenangan tentera dengan direstu Barat, khususnya Perancis, bertindak merampas kuasa.

Berikutan tindakan tentera ini ramai dalam kalangan pimpinan dan penyokong FIS ditangkap dan dipenjarakan. Mereka termasuklah pemimpin utama FIS, seperti Abassi Madani dan Ali Benhaj yang kemudiannya dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun.

Penindasan kejam secara besar-besaran ini menyebabkan gerakan Islam menjadi radikal dan bertindak balas terhadap regim yang disokong tentera. Ini mengakibatkan ramai yang dibunuh dalam kalangan kedua-dua belah pihak, yang sebahagiannya didalangi tentera sehingga menyebabkan kematian yang dianggar 250,000 orang.

Melalui propaganda media dan keterbatasan golongan penentang, pihak tentera dan sekular berjaya memaparkan imej bahawa gerakan Islam yang telah mencetuskan keganasan dan menyebabkan berlakunya kesengsaraan ke atas rakyat Algeria. Ini mengakibatkan gerakan Islam ditolak rakyat Algeria dan mereka dianggap gagal dalam menjadi alternatif kepada pemerintahan sedia ada.

Inilah jawapan mengapa ketika berlaku Arab Spring di seluruh negara Afrika Utara, Algeria seolah-olah tidak banyak terkesan dengan kebangkitan ini dan regim yang memerintah boleh terus berkuasa dengan selesa.

Tentera  Mesir menggunakan model sama dalam modus operandinya menindas Ikhwan Muslimin?

Ya, tentera menggalakkan rakyat yang tidak menyokong Ikhwan Muslimin supaya turun di jalan raya menyatakan protes. Kumpulan yang menamakan diri mereka sebagai Tamarrod ini memberi gambaran bahawa puluhan juta rakyat menentang pemerintahan Ikhwan Muslimin yang dipimpin Mohamad Morsi.

Dengan menggunakaan alasan kebangkitan popular rakyat dan bagi mengembalikan keadilan, tentera bertindak merampas kuasa pada 3 Julai 2013. Ramai pemimpin Ikhwan Muslimin, termasuklah Morsi ditangkap. Ia diikuti penangkapan besar-besaran yang melibat hampir semua pimpinan kanan Ikhwan Muslimin di  semua peringkat di seluruh negara.

Sebagai tindak balas kepada tindakan tentera ini, penyokong Ikhwan mengadakan protes secara aman, khususnya yang berpusat di Masjid Rabaa al-Adawiya. Walaupun protes dilakukan secara aman, tentera bertindak ganas apabila melakukan pembunuhan secara zalim pada Subuh 14 Ogos 2013.

Akibatnya lebih seribu pengikut Ikhwan mati dibunuh. Pembunuhan ini diikuti dengan penindasan kejam yang berterusan dilakukan. Pada 23 September 2013 Ikhwan Muslimin diharamkan dan harta miliknya dirampas.

Melihat perkembangan yang melibatkan Ikhwan Muslimin ini jelas menunjukkan tentera cuba menggunakan skrip sama seperti dilakukan ke atas FIS di Algeria dan penindasan kejam ke atas Ikhwan pada  1954 dengan mengharapkan hasil yang sama.

Namun begitu, ternyata terdapat perbezaan agak nyata dari segi reaksi dan proses yang berlaku. Pada 1954 regim tentera yang menggelarkan diri mereka Free Officers (Pegawai Tentera Bebas) dengan diketuai Gamal Abd al-Nasser berada pada kedudukan amat popular setelah menggulingkan Raja Farouk.

Melalui reformasi tanah yang amat popular di kalangan penduduk desa, Nasser muncul sebagai seorang wira yamg memberikan harapan setelah penduduk berdekad-dekad dieksploitasi tuan-tuan tanah yang kaya. Nasser juga  berjaya menghapuskan pengaruh tuan-tuan tanah ini dan pengaruh parti Wafd yang sebelumnya merupakan sebuah parti yang popular kerana memperjuangkan kemerdekaan Mesir daripada penjajahan British.

Musuh Nasser pada waktu ini hanyalah Ikhwan Muslimin yang lebih tertumpu pengaruhnya di kawasan kota. Dengan jentera propaganda dan menggunakan sokongan popular rakyat, Ikhwan berjaya ditindas dan tidak mampu untuk menjadi saingan regim Nasser dan rakan-rakannya selama berdekad-dekad. Manakala kumpulan seperti Parti Wafd, Baath, Nasionalis dan lain-lain semuanya terkubur.

Mungkin kekuatan tarbiyyah menyebelahi Ikhwan?

Walaupun dengan pengharaman dan penindasan, namun kekuatan intelektual, dibantu program usrah dan tarbiyyah yang berterusan serta tersusun, Ikhwan Muslimin masih mampu meneruskan keberadaan dan kesinambungan dalam masyarakat, walaupun mengalami pelbagai bentuk penindasan silih berganti.
 
Dalam konteks penindasan kejam, Ogos  lalu, tentera berbuat demikian sebagai provokasi. Mereka mengharapkan tindak balas, kerana tidak balas Ikhwan akan menyebabkan Ikhwan  kehilangan sokongan rakyat. Sebaliknya, Ikhwan bertindak matang dengan tidak bertindak balas yang menumpahkan darah, malahan mengambil sikap menjauhkan diri daripada kumpulan yang yang mensasar pihak tentera dan polis sebagai sasaran ganas membalas dendam.

Selain itu, Ikhwan Muslimin juga berjaya meraih simpati di atas kezaliman yang mereka terima sehingga berjaya melahirkan symbol RABIA yang popular, bukan sahaja di Mesir, malahan di seluruh dunia sebagai simbol penentangan terhadap kezaliman tentera di bawah Abd al-Fattah al-Sissi.

Tindak balas Ikhwan lebih tertumpu kepada protes jalanan yang dilakukan secara mingguan. Dan itupun ditumpukan di kawasan-kawasan yang kurang berisiko yang boleh membawa kepada pertumpahan darah.

Melalui peranan media sosial yang tidak ada pada 1954 dan ketika penindasan ke atas FIS pada 1992, Ikhwan Muslimin berjaya membuktikan kepada masyarakat bahawa mereka konsisten dalam perjuangan menentang regim yang zalim dan berusaha membawa Mesir ke arah masa depan lebih baik.

Pendekatan Ikhwan ini ternyata berjaya mengekalkan keyakinan masyarakat terhadap gerakan tersebut dan meletakkan pemerintah tentera di bawah al-Sissi dalam keadaan tersepit. Tragedi ribuan penyokong Ikhwan yang memprotes secara aman dibunuh dengan kejam telah memadamkan mitos yang disebarkan sebelum ini,  yang  menuduh Ikhwan tidak menyumbang peranan besar dalam memaksa Hosni Mubarak meletak jawatan pada bulan Februari 2011 sehingga mengakibatkan sekitar 500 orang mati terbunuh.

Ikhwan membuktikan bahawa pengorbanan mereka untuk membawa Mesir ke arah negara yang lebih cemerlang adalah lebih mendalam, lebih lama dan telah banyak memakan korban.


Mampukah pendekatan zalim tentera dalam usaha menindas Ikhwan Muslimin ini menghapuskan pengaruh Ikhwan Muslimin?


Dari segi sejarah, Ikhwan Muslimin perlu difahami kewujudannya sebagai sebahagian daripada masyarakat Mesir. Sejak ditubuhkan pada 1928, Ikhwan  sudah melalui pelbagai penindasan dahsyat, jauh mengatasi penindasan sekarang.

Sehingga waktu ini pemimpin utama Ikhwan cuma ditahan dan belum lagi ada yang mati di tali gantung, sedangkan penindasan tahun 1954 mengakibatkan hampir semua pemimpin utama gerakan Islam ini seperti Abd Kader Audah, Abd al-Fattah Ismail, Yusoff Tayyib dan lain-lain mati di tali gantung.

Dalam sejarah Mesir, terbukti parti-parti sekular dan nasionalis seperti Wafd, Saadist, Baath dan lain-lain sudah lama terkubur dengan penindasan kejam. Namun begitu, Ikhwan Muslimin yang ditindas dengan lebih hebat masih mampu bangun dan tampil dengan gagah di tengah-tengah masyarakat pada tahun 2011-2012.

Terbukti suasana hari ini banyak berubah. Menggunakan skrip dan modus operandi lama untuk menindas Ikhwan tidak lagi boleh dilakukan secara seweanang-wenangnya. Masyarakat Mesir hari ini bukan lagi masyarakat yang didominasikan petani dan tuan tanah.

Kelompok kelas menengah dan terpelajar semakin membesar dalam masyarakat. Mereka ini terdedah kepada teknologi maklumat yang tidak lagi mudah diperbodohkan dengan propaganda popular. Penggunaan Internet, Youtube, facebook dan kemudahan media yang digunakan secara meluas merupakan senjata yang lebih berkesan daripada mengangkat senjata dan perjuangan yang menumpahkan darah.

Penggunaan media sosial ini berjaya memberi kesan besar dan mendalam dalam penentangan Ikhwan  terhadap regim haram yang menggulingkan presiden yang dipilih rakyat. Melalui media sosial ini juga pelbagai konspirasi berjaya didedahkan. Pemerintah tentera juga gagal mendapat dukungan rakyat kerana mereka yang dipilih menggantikan pemerintahan yang diterajui Ikhwan  merupakan mereka yang ditolak rakyat.

Memilih Amr Musa sebagai orang yang diberi kepercayaan merangka perlembagaan baru tidak mengembalikan keyakinan rakyat kepada tentera kerana beliau pernah ditolak dalam pilihan raya apabila bertanding sebagai presiden.  

Setelah lebih empat bulan tentera menggulingkan kerajaan Mohamad Morsi, ternyata kestabilan yang dijanjikan tidak menjadi kenyataan. Ikhwan masih mampu menganjurkan demonstrasi setiap minggu dan semakin mendapat sambutan. Jangkaan dan konspirasi pihak tentera bahawa akan berlaku pertumpahan darah secara meluas juga tidak berlaku kerana para penunjuk perasaan mengelak daripada berlaku pertembungan secara terbuka dengan pihak polis.

Kekhuatiran bahawa Mesir akan terjerumus ke kancah  perang saudara seperti di Syria ternyata tidak berlaku. Pihak tentera berada dalam keadaan tertekan untuk mencari penyelesaian terbaik bagi membolehkan mereka terus popular dan tidak ditolak rakyat. Pembunuhan, penangkapan dan penindasan ke atas Ikhwan tidak melumpuhkan sama sekali gerakan tersebut, walaupun tidak dapat dinafikan terdapat kesan pahit yang terpaksa ditanggung.

Banyak pihak menyalahkan Morsi, khususnya kegagalan Ikhwan Muslimin untuk terus berkuasa. Apa pandangan Prof?

Memang tidak dapat dinafikan, Morsi ada kelemahannya. Tetapi pengkaji yang rasional harus berlaku adil kepada Morsi. Mustahil bagi Morsi, dalm tempoh setahun, untuk menyelesaikan masalah yang berdekad-dekad dihadapi Mesir.

Morsi mewarisi sistem pemerintahan yang lemah dari segi struktur politik, ekonomi yang tidak seimbang, masyarakat yang tidak bersistem, sistem pendidikan yang tidak berdaya saing dan pelbagai kelemahan yang sengaja dibiarkan oleh pemerintah sebelum ini yang lebih mementingkan bagaimana untuk terus kekal memerintah.

Bagi mereka yang pernah berada di Mesir, sebagai pelajar atau pelancong, akan dapat melihat dengan jelas bagaimana terbelakangnya Mesir. Agenda memperbodohkan rakyat yang diwarisi sejak zaman Firaun diteruskan setiap pemerintah hingga ke zaman Hosni Mubarak.

Agenda memperbodohkan rakyat ini seolah-olah diperlukan kerana lagi bodoh rakyat lagi baiklah kepada pemerintah. Rakyat yang diperbodohkan ini akan terus bergantung kepada kerajaan dan membolehkan pemerintahan tidak tercabar.

Makin rakyat bodoh, lebih bagus kerana sekali gus rakyat terlalu bergantung kepada kerajaan. Agenda negara yang memperbodoh dan memiskinkan rakyat menguntungkan pemerintah sehingga meletakkan rakyat dibuai dengan keyakinan bahawa mereka sudah diberikan yang terbaik dan perlu sentiasa bersyukur dengan pemberian pemerintah.


Mungkin pengalaman Prof mengajar pelajar Mesir di Universiti Kaherah sejak tahun 2003 dapat menjelaskan lagi situasi di sana?


Dalam kalangan pelajar di Mesir, pilihan utama sebagai pusat melanjutkan pengajian tinggi dan dianggap paling berprestij ialah dengan belajar di American Cairo Universiti (AUC), diikuti Universiti Kaherah dan kemudiannya barulah diikuti pilihan universiti-universiti  lain. Selain berprestij, kedua-dua universiti ini dianggap universiti  golongan elit dan berada.

Bagi golongan ini, mereka yang mengambil bidang agama, khususnya yang belajar di Universiti al-Azhar adalah dianggap tidak berkemampuan dan datang dari kawasan luar bandar. Di Universiti al-Azhar yurannya secara relatifnya percuma jika dibandingkan dengan universiti berprestij ini yang mengenakan yuran yang tinggi. Bagi pelajar universiti berprestij ini mereka memandang rendah pada universiti yang memberikan pendidikan secara percuma.

Walaupun berbangga dengan belajar di universiti yang dianggap tersohor, seperti Universiti Kaherah, pengamatan saya berinteraksi dengan pelajar daripada pelbagai bidang pengajian, mendapati bahawa mutu pendidikan yang mereka terima amat rendah.

Pengetahuan am mereka tentang dunia amat sedikit dan bukan perkara aneh bagi pelajar daripada universiti tersohor ini tidak menyedari bahawa Malaysia mempunyai bangunan tinggi, bilik berhawa dingin dan umat Islam yang mampu hafal al-Quran. Universiti di Mesir juga menjalankan polisi mengambil jumlah pelajar yang ramai dan mutu pendidikannya tidak dipantau dengan mendalam.

Dalam salah satu dialog, saya pernah bertanya dekan sebuah fakulti di Universiti Kaherah yang mempunyai jumlah pelajar yang ramai tentang perancangan tenaga manusia fakultinya. Agak mengejutkan apabila jawapan yang diberikan ialah fakultinya tidak ada sebarang perancangan khusus tentang lulusan fakultinya. Menurutnya, terpulanglah kepada pelajar untuk menyertai karier yang ingin mereka lakukan dan dianggap sesuai apabila tamat pengajian.

Selain itu, pengamatan saya terhadap pelajar Universiti Kaherah juga mendapati bahawa pelajarnya juga kurang komitmen terhadap pelajaran. Mereka pergi ke universiti sekadar  mendapatkan ijazah semata-mata tanpa mengambil kira ilmu yang diperoleh. Inilah senario perkembangan pendidikan di Mesir. Ini belum lagi dilihat pendidikan di sekolah menengah dan rendah.  

Saya ingin membandingkan pula perkembangan pendidikan di negara-negara maju. Dalam kunjungan saya ke negara Scandinivia (Sweden, Norway, Denmark dan Finland), walaupun penduduknya tidak ramai, pendidikannya amat maju hingga negara tersebut berjaya menghasilkan banyak produk yang dimanfaat oleh manusia seluruhnya.

Melalui pendidikan yang maju masyarakat Scandinivia berjaya menjalani kehidupan berkualiti. Dengan kemajuan yang mereka capai dan jika mengikut kadar pergerakan seperti sekarang, saya menjangka 100 tahun lagipun Mesir tidak mampu bersaing dengan mereka. Ini adalah satu contoh cabaran yang paling asas yang terpaksa dihadapi oleh Morsi apabila dilantik menjadi presiden.


Bukankah kerajaan Morsi juga mewarisi pemerintahan lama yang sarat dengan  pelbagai kelemahan yang tidak memihak kepadanya?

Benar, kehakiman bukan sahaja tidak memihak kepadanya, malahan berusaha untuk menyekat bidang kuasanya sebagai presiden yang dipilih rakyat. Sebaik-baik menduduki kerusi presiden, mahkamah menggantung parlimen apabila keputusan dibuat bahawa pelantikan mereka tidak sah.

Mahkamah juga cuba menghad kuasa beliau sehingga memaksanya mengeluarkan dekri bahawa keputusan yang dibuat oleh presiden tidak boleh dicabar. Walaupun tindakan ini wajar, namun ini dijadikan propaganda oleh golongan penentang bagi bertujuan memberi persepsi bahawa beliau ingin membolot kuasa dan memerintah secara diktator.

Presiden Morsi juga mewarisi pasukan keselamatan yang tidak membantunya menyelesaikan masalah rakyat yang paling asas, iaitu keselamatan.

Pasukan polis sengaja membiarkan jenayah berleluasa bagi memberikan gambaran bahawa kerajaan Morsi gagal mengawal keamanan. Keadaan ini menimbulkan kegelisahan rakyat yang merasakan mereka lebih selamat ketika pemerintahan Hosni Mubarak. Pada zaman Mubarak polis mengambil tindakan keras bagi mengekang jenayah sehingga menyebabkan masyarakat merasa takut melakukan sebarang tindak tanduk yang menyalahi undang-undang.

Mesir juga tidak dapat lari daripada konflik serantau, khususnya dalam isu Gaza dan hubungan dengan Israel. Mesir yang stabil dan kuat amat dibimbangi Israel. Kepungan dan serangan ke atas Gaza memaksa Mesir untuk turut terlibat. Mesir yang bergelut pelbagai kemelut dalam negeri turut terseret dengan konflik serantau yang kompleks yang tidak nampak penghujungnya. Menangani konflik ini menyebabkan Morsi terpaksa memberikan tumpuan dengan waktu sama terpaksa menyelesaikan masalah dalam negeri yang juga rumit.

Selain cabaran dan kekangan ini, cabaran terbesar Morsi ialah daripada tentera. Angkatan tentera berkuasa sejak tahun 1952 dan pengaruh mereka sudah berakar umbi. Di Mesir tentera adalah satu institusi. Mereka bukan sahaja terlibat sebagai pasukan bersenjata yang menjaga pertahanan Mesir, tetapi juga pada waktu yang sama terlibat dalam kegiatan ekonomi. Sepertiga kegiatan ekonomi Mesir dikuasai oleh tentera.

Setiap tahun Mesir mendapat bantuan sebanyak dua billion USD dari Amerika Syarikat yang sebahagian besarnya diperuntukkan kepada tentera. Tentera juga memiliki keistimewaan tersendiri dan merupakan kelompok istimewa dalam masyarakat Mesir. Dengan keistimewaan ini tidak mudah untuk mereka menyerahkannya kepada kerajaan yang dipimpin Morsi.

Walaupun dengan keterbatasan, sebenarnya Mesir mempunyai potensi yang amat besar untuk maju. Selain kedudukan strategik, Mesir mempunyai penduduk yang ramai dengan pasaran besar yang potensinya tidak dimanfaatkan ke peringkat maksimum. Ini disedari  Morsi. Dengan sebab itulah Morsi cuba memajukan Semenanjung Sinai bagi mengurangkan tekanan Kaherah dengan kepadatan penduduknya yang tidak boleh ditampung lagi.

Selain itu, Semenanjung Sinai juga merupakan tanah yang luas dan subur serta mempunyai potensi untuk menjadi kawasan yang maju seperti yang berjaya dilakukan olegh Israel. Mesir juga mempunyai potensi yang amat besar dalam industri pelancongan. Namun begitu, industri ini tidak dibangunkan dengan baik. Pelancong yang datang ke Mesir untuk melakukan lawatan ulangan untuk kali kedua dan seterusnya agak kecil kerana sistem yang ada tidak efisyen dan persekitaran pelancongan yang tidak begitu kondusif.

Selain kekangan yang dihadapi Morsi, mungkin ada juga kelemahan dalam tempoh setahun pemerintahannya?

Sebaik menjadi Presiden, Morsi menjanjikan perubahan drastik dalam tempoh 100 hari pemerintahannya. Pengisytiharan ini terlalu bercita-cita tinggi, kerana beliau bukan meneruskan kesinambungan, sebaliknya memulakan satu yang baru dari awal. Lantaran itu, apabila sebahagian besar janjinya tidak dapat ditunaikan ini dijadikan propaganda bagi menggambarkan kelemahan pimpinannya.

Walaupun ada percubaan Morsi untuk menjadi pemerintahannya sebagai suatu yang inklusif, namun ternyata ini tidak berjaya memberikan persepsi positif dalam kalangan masyarakat. Persepsi masyarakat masih lagi beranggapan Morsi cuba mengikhwankan Mesir, bukan menjadi presiden seluruh rakyat. Seperti dalam tahun 1954, Ikhwan juga tidak berjaya dalam tahun 2012, untuk memantapkan kesepaduan di kalangan pucuk pimpinannya.

Ketika menghadapi pelbagai cabaran aktivis Ikhwan  terbahagi beberapa kelompok disebabkan perbezaan uslub (pendekatan). Tokoh Ikhwan seperti Moneim Abd al-Futuh dan Kamal Helbawi mengkritik secara terbuka pendekatan Ikhwan Muslimin dan ini turut dijadikan sebagai bahan sasaran pihak musuh politik untuk menyerang Ikhwan.

Walaupun kabinet dalam kerajaan Ikhwan Muslimin turut disertai oleh orang Kristian, wanita dan golongan liberal, namun gambarannya kerajaan ini masih tebal dengan dominasi Ikhwan. Lantaran itu, apabila kerajaan Morsi digulingkan kelompok lain, tidak merasainya sebagai satu kehilangan besar.    

Siapakah yang menjadi penyokong tegar Ikhwan Muslimin dan mampukah Morsi mengekalkan sokongan yang diberikan?

Jika dilihat  pola sokongan terhadap Ikhwan Muslimin melalui parti FJP (Parti Kebebasan dan Keadilan), ternyata sokongan paling kuat diterima di Muhafazah (wilayah). terletak di luar Kaherah seperti Sinai, Assiut dan Aswan. Di Kaherah sokongan banyak diterima dari kawasan kelas rendah dan menengah rendah. Bagi kawasan elit seperti di Muhandisin dan Tahrir yang ramai didiami golongan kaya dan elit, sokongan terhadap Morsi tidaklah begitu kuat.

Secara perbandingan hal sama berlaku di Turki. Bagi kawasan yang ramai didiami golongan sekular, kecenderungannya lebih menyokong CHP, bukan AKP. Di kawasan pelancongan di Turki seperti Marmara, Samsun dan sebagainya, yang pegangan kepada agama agak longgar, sokongan terhadap AKP agak lemah jika dibandingkan dengan kawasan desa yang masih kuat berpegang kepada agama.   

Masyarakat Mesir yang diwarisi oleh Morsi merupakan masyarakat yang mempunyai jurang ekonomi dan perbezaan taraf hidup yang amat luas. Bagi golongan miskin, yakni kelompok  majoriti, kemiskinannya amat ketara, kehidupan cukup daif. Golongan kaya pula dengan kekayaan luar biasa, walaupun jumlahnya kecil. Gaya hidup mereka mengikut cara Barat. Mereka bercuti di Paris, London atau New York, manakala jika bercuti dalam negeri destinasinya ialah Sharm al-Sheikh.

Bagi golongan miskin mereka hanya bercuti  Iskandariah. Dalam masyarakat Mesir, kelas menengah agak kecil dan lebih tertumpu kepada kelas menengah rendah. Bagi golongan miskin, yang menjadi keprihatinan adakah makanan akan berada di atas meja pada waktu makan seterusnya. Bagi golongan ini keprihatinan terhadap perkembangan negara, apatah lagi meningkatkan martabat ummah, amat sedikit.

Lantaran itu, apabila berlaku kebangkitan yang memaksa peletakan jawatan Hosni Mubarak, penggerak utamanya ialah golongan kelas menengah rendah dan belia. Golongan menengah atas dan golongan elit yang yang sekular selesa dengan pemerintahan regim Mubarak dan tidak terlibat secara langsung dalam kebangkitan.

Apabila Morsi dilantik presiden mewakili FJP. golongan elit masih terus dengan sikap anti-Ikhwan. Kelas rendah memberi sokongan dengan harapan mendapat hasil segera. Ini dilema pemerintahan Morsi sehingga menyebabkan ramai yang menyokongnya bertindak menyertai Tamarrod kerana tidak mendapat manfaat segera sebagaimana diharapkan.

Tuesday, November 5, 2013

Tujuh Perkara yang Disampaikan Presiden Mursi dalam Persidangan mahkamah pada 4/11/2013


Tujuh Perkara yang Disampaikan Presiden Mursi dalam Persidangan Dalam persidangan hari kemarin, Ketika Presiden Mursi memasuki mahkamah, Mursi enggan menanggalkan sut yang dipakainya dan menolak untuk memakai pakaian seragam penjara. . Beliau nampak tenang dan teguh dalam mempertahankan sikapnya. Dalam kesempatan di persidangan tersebut , Presiden Mursi sempat menyampaikan tujuh perkara. Seperti dimaklumkan oleh sumber maklumat yang berkesempatan masuk ke bilik dan menghadiri sidang Isnin ( 4/11/2013 ) kemarin.



Pertama, Presiden Mursi menunjukkan simbol R4BIA . Beliau lalu berkata kepada hakim yang memimpin sidang , "Aku adalah Dr . Muhammad Mursi Ayyath . Akulah presiden Mesir yang sah. Sedangkan engkau tidak sah ( menjadi hakim) . " 

Kedua, "Apa yang terjadi pada tarikh 3 Julai adalah rampasan kuasa . Itu adalah sebuah pengkhianatan. "

Ketiga, " Aku menuntut mahkamah menghentikan jenaka ini . " 

 Keempat, "Aku berada di sini kerana dipaksa, tanpa kehendakku . Aku berharap kehakiman Mesir tidak terlibat dalam rampasan kuasa tentera ini . " 

Kelima, "Keputusan melimpahkan kes ku ke mahkamah dikeluarkan oleh pihak yang tidak berkuasa . Berasal dari pendakwa yang ditunjuk oleh penguasa kudeta . " 

Keenam, " Aku menolak semua tuduhan yang ditujukan kepadaku . Kerana semua tuduhan itu berasal dari pengkudeta . " 

 Ketujuh , "Kalian (para hakim) akan dimintai pertanggungjawabannya kerana tidak membiarkanku keluar dari bilik ini untuk melaksanakan tugasku sebagai presiden Mesir. " 

Pekarangan Mahkamah Mesir
Demonstrasi di hadapan Mahkamah


Beberapa sumber maklumat juga menekankan bahawa 14 orang suspek dalam kes ini menolak untuk tunduk dan menerima kesahihan persidangan kes ini. Bahkan Muhammad Beltagi berkata kepada hakim , "Aku punya 10 alasan fakta dan perlembagaan yang meniscayakan ketidak kesahihan persidangan ini . " Namun 10 alasan ini belum sempat disampaikan , beliau mengatakan" Jatuh- jatuh pemerintahan tentera. " Kemudian Dr . Salim Awwa dan anggota pasukan pembela juga mengatakan " Rakyat ingin membela Presiden , " " Rakyat ingin perlembagaan Presiden. " Ketika suasana sudah gaduh, majlis hakim memutuskan untuk menutup persidangan, dan menundanya hingga bulan Januari tahun mendatang. Presiden Mursi duduk di dalam kurungan suspek, dikelilingi oleh 14 orang lain yang berdiri.



Sumber: https://www.facebook.com/Muslimboy.Naz

Saturday, October 19, 2013

Muslim Myanmar kembali menghadapi pembantaian teroris Rakhine di Thandwe


Muslim Myanmar kembali menghadapi pembantaian teroris Rakhine di Thandwe

THANDWE (Arrahmah.com) – Teroris Buddha Rakhine dengan didukung oleh Pasukan Keamanan (Hlun Htein) dan Militer Myanmar terus menyerang Kaum Muslimin Kaman dan properti mereka di wilayah Thandwe sejak pukul 11:00 pagi hingga pukul 09:30 malam pada Selasa (1/10/2013), lansir RVision.

Pasukan keamanan Myanmar menembaki Kaum Muslimin dan menyita pisau dan pedang yang mereka miliki untuk pertahanan mereka. Bukan hanya itu, pasukan keamanan juga membiarkan teroris biadab Rakhine membantai Kaum Muslimin di sana.

Saat ini, situasi di perkampungan Muslim tersebut dilaporkan sudah sedikit lebih tenang dan warga Muslim tidak diperbolehkan untuk bepergian. Akan tetapi ketakutan masih terus menyelimuti mereka. Tidak sedikit pula yang berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke hutan-hutan, di mana tidak ada makanan dan tempat berteduh.

Pemerintah Myanmar telah menyiapkan sejumlah pasukan militer untuk mengendalikan situasi di sana. Namun, pasukan keamanan tersebut malah baru diturunkan setelah membiarkan teroris brutal Rakhine melakukan kebiadaban yang mereka inginkan.

Serangan yang dilakukan teroris Buddha Rakhine membuat komunitas Muslim Kaman di Thandwe menjadi sangat menderita. Banyak yang telah kehilangan keluarga dan properti mereka. Berikut ini merupakan beberapa kebiadaban teroris Rakhine dan penderitaan yang dihadapi oleh Umat Islam Kaman pada Selasa (1/10).

1 ) Di desa Thabbru Chaing, 42 rumah warga Muslim dibakar, satu masjid yang telah berdiri selama 150 tahun bersama dengan Madrasahnya dihancurkan. Selain itu, enam orang ditemukan terbunuh (lima laki-laki dan satu perempuan), sementara 19 orang lainnya hilang. Mereka yang hilang juga diyakini telah terbunuh dan jenazah mereka telah hancur. Sementara jenazah-jenazah Muslim yang sudah jelas terbunuh ditemukan dalam keadaan penuh luka akibat pedang dan peluru.

Sementara itu, menurut Myanmar Muslim Media (MMM), keenam Muslim yang dibunuh tersebut adalah:
1) Daw Khin Kyi (wanita berusia 96 tahun)
2) U Abdu Meah (pria berusia 60 tahun)
3) U Abdu Samad (pria berusia 86 tahun)
4) Ko Khin Zaw (pria berusia 50 tahun)
5) Ko Myin Lwin (pria 45 tahun), dan
6) U Yusuf (pria)

Para teroris Rakhine yang memulai serangan terhadap Kaum Muslimin di desa Thabbru Chaing itu berasal dari desa tetangga, Sing Gaung. Selain itu, warga Buddhis lokal Rakhine juga ikut bergabung dengan para teroris biadab dari Sing Gaung tersebut. Sebagian besar warga Buddhis Rakhine di desa Sing Gaung berasal dari Bangladesh dan telah menetap di wilayah itu sejak dua-tiga dekade lalu.

2) Di desa Mae Chun wilayah Aung Mingalar Gun, para teroris Rakhine membakar 10 rumah milik Kaum Muslimin Kaman.

Para pemilik rumah tersebut adalah:
1) Daw wazi (wanita),
2) Daw Khin Htin (wanita),
3) U Myint Wai (pria , administrator desa), 
4) U Khin Aung (pria),
5) U Nga Ni Ye (pria),
6) U Ibrahim (pria), 
7) U Aung San Min (pria),
8) U Htin Nyunt (pria), 
9) U Win Tun (pria), dan
10) U Thein Lwin (pria).

Selain itu, MMM juga melaporkan bahwa seorang Muslim yang dikenal sebagai U Maagy juga dibunuh oleh teroris Rakhine di desa itu. Pihak berwenang bahkan tidak mengizinkan anggota keluarganya untuk mengambil jenazahnya untuk dimakamkan. Jenazahnya dibiarkan tergeletak di tempat di mana dia dibunuh.

Di desa Pauktaw, teroris Rakhine membakar 32 rumah dan menghancurkan sejumlah toko milik warga Muslim. Seorang pria dan seorang wanita dilaporkan terbunuh. Selain itu, teroris biadab Rakhine juga menjarah banyak rumah Muslim di desa tersebut.

Sementara itu, sekitar 4-6 rumah di desa Shwe Hlay dan Hlin Thi juga dibakar atau dihancurkan.

Sebelumnya, pada Senin (30/9), teroris Rakhine juga membakar sejumlah properti warga Muslim berikut:

1) Sekitar pukul 7 malam, rumah U Htun Htin (seorang Muslim Kaman) Bawdi Gun Si barat.

2) Sekitar pukul 7 malam, sebuah peternakan ayam milik U Khin Maung Tun (seorang Muslim Kaman) di  Ka-Gyi  di Dwara Waddy Kuat Thit wilayah Ann-Taw.

3) Sekitar pukul 8:30 malam, toko bahan bakar (bensin, solar, dll) di ‘ Dwara Waddy Kuat Thit milik U Ko Gyi Maung (seorang Muslim Kaman).

4) Sekitar pukul 9 malam, rumah Ko Abdullah (seorang Muslim Kaman) di quarter 5.

Berikut adalah beberapa gambar Kaum Muslimin dari Thabbru Chaing yang dibunuh secara brutal oleh teroris Rakhine:

Daw Khin Kyi (96)

U Abdu Meah (60)

U Abdu Samad (86)

Ko Myin Lwin (45)

Ko Khin Zaw (50)

Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

THANDWE (Arrahmah.com) – Teroris Buddha Rakhine dengan didukung oleh Pasukan Keamanan (Hlun Htein) dan Militer Myanmar terus menyerang Kaum Muslimin Kaman dan properti mereka di wilayah Thandwe sejak pukul 11:00 pagi hingga pukul 09:30 malam pada Selasa (1/10/2013), lansir RVision.


Pasukan keamanan Myanmar menembaki Kaum Muslimin dan menyita pisau dan pedang yang mereka miliki untuk pertahanan mereka. Bukan hanya itu, pasukan keamanan juga membiarkan teroris biadab Rakhine membantai Kaum Muslimin di sana.

Saat ini, situasi di perkampungan Muslim tersebut dilaporkan sudah sedikit lebih tenang dan warga Muslim tidak diperbolehkan untuk bepergian. Akan tetapi ketakutan masih terus menyelimuti mereka. Tidak sedikit pula yang berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke hutan-hutan, di mana tidak ada makanan dan tempat berteduh.

Pemerintah Myanmar telah menyiapkan sejumlah pasukan militer untuk mengendalikan situasi di sana. Namun, pasukan keamanan tersebut malah baru diturunkan setelah membiarkan teroris brutal Rakhine melakukan kebiadaban yang mereka inginkan.

Serangan yang dilakukan teroris Buddha Rakhine membuat komunitas Muslim Kaman di Thandwe menjadi sangat menderita. Banyak yang telah kehilangan keluarga dan properti mereka. Berikut ini merupakan beberapa kebiadaban teroris Rakhine dan penderitaan yang dihadapi oleh Umat Islam Kaman pada Selasa (1/10).

1 ) Di desa Thabbru Chaing, 42 rumah warga Muslim dibakar, satu masjid yang telah berdiri selama 150 tahun bersama dengan Madrasahnya dihancurkan. Selain itu, enam orang ditemukan terbunuh (lima laki-laki dan satu perempuan), sementara 19 orang lainnya hilang. Mereka yang hilang juga diyakini telah terbunuh dan jenazah mereka telah hancur. Sementara jenazah-jenazah Muslim yang sudah jelas terbunuh ditemukan dalam keadaan penuh luka akibat pedang dan peluru.

Sementara itu, menurut Myanmar Muslim Media (MMM), keenam Muslim yang dibunuh tersebut adalah:
1) Daw Khin Kyi (wanita berusia 96 tahun)
2) U Abdu Meah (pria berusia 60 tahun)
3) U Abdu Samad (pria berusia 86 tahun)
4) Ko Khin Zaw (pria berusia 50 tahun)
5) Ko Myin Lwin (pria 45 tahun), dan
6) U Yusuf (pria)

Para teroris Rakhine yang memulai serangan terhadap Kaum Muslimin di desa Thabbru Chaing itu berasal dari desa tetangga, Sing Gaung. Selain itu, warga Buddhis lokal Rakhine juga ikut bergabung dengan para teroris biadab dari Sing Gaung tersebut. Sebagian besar warga Buddhis Rakhine di desa Sing Gaung berasal dari Bangladesh dan telah menetap di wilayah itu sejak dua-tiga dekade lalu.

2) Di desa Mae Chun wilayah Aung Mingalar Gun, para teroris Rakhine membakar 10 rumah milik Kaum Muslimin Kaman.

Para pemilik rumah tersebut adalah:
1) Daw wazi (wanita),
2) Daw Khin Htin (wanita),
3) U Myint Wai (pria , administrator desa), 
4) U Khin Aung (pria),
5) U Nga Ni Ye (pria),
6) U Ibrahim (pria), 
7) U Aung San Min (pria),
9) U Win Tun (pria), dan
10) U Thein Lwin (pria).

Selain itu, MMM juga melaporkan bahwa seorang Muslim yang dikenal sebagai U Maagy juga dibunuh oleh teroris Rakhine di desa itu. Pihak berwenang bahkan tidak mengizinkan anggota keluarganya untuk mengambil jenazahnya untuk dimakamkan. Jenazahnya dibiarkan tergeletak di tempat di mana dia dibunuh.

Di desa Pauktaw, teroris Rakhine membakar 32 rumah dan menghancurkan sejumlah toko milik warga Muslim. Seorang pria dan seorang wanita dilaporkan terbunuh. Selain itu, teroris biadab Rakhine juga menjarah banyak rumah Muslim di desa tersebut.

Sementara itu, sekitar 4-6 rumah di desa Shwe Hlay dan Hlin Thi juga dibakar atau dihancurkan.

Sebelumnya, pada Senin (30/9), teroris Rakhine juga membakar sejumlah properti warga Muslim berikut:

1) Sekitar pukul 7 malam, rumah U Htun Htin (seorang Muslim Kaman) Bawdi Gun Si barat.

2) Sekitar pukul 7 malam, sebuah peternakan ayam milik U Khin Maung Tun (seorang Muslim Kaman) di Ka-Gyi di Dwara Waddy Kuat Thit wilayah Ann-Taw.

3) Sekitar pukul 8:30 malam, toko bahan bakar (bensin, solar, dll) di ‘ Dwara Waddy Kuat Thit milik U Ko Gyi Maung (seorang Muslim Kaman).

4) Sekitar pukul 9 malam, rumah Ko Abdullah (seorang Muslim Kaman) di quarter 5.

Berikut adalah beberapa gambar Kaum Muslimin dari Thabbru Chaing yang dibunuh secara brutal oleh teroris Rakhine:

Daw Khin Kyi (96)

U Abdu Meah (60)

U Abdu Samad (86)

Ko Myin Lwin (45)

Ko Khin Zaw (50)

Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

Thursday, September 5, 2013

Mesir dan UAE Berkomplot untuk Menggulingkan Hamas




Jeneral Mesir yang telah bersara mendedahkan butiran komplot Mesir-UAE untuk mengenakan cengkaman ke atas Genting Gaza dan menggulingkan kerajaan pimpinan Hamas. Ketua Sami Hassan medakwa, pembiayaan daripada kerajaan UAE adalah supaya tentera Mesir bertindak.

"Pelan ini diketuai oleh Ketua Abdel Fattah al- Sisi ," Hassan menulis dalam twitter. "Dia bertujuan untuk mencapai keuntungan politik dan tentera pada hari-hari akan datang."

General Hassan berkata bahawa tentera akan mengenakan lebih banyak sekatan ke atas rakyat Palestin di Gaza, memotong semua bekalan penting yang kini melalui terowong. Yang disasarkan khususnya adalah bekalan bahan api. Semenanjung Gaza bergantung sebanyak 80 peratus bahan api daripada Mesir.

Menurut Hassan, proses ini telah pun bermula dengan kempen media demonisasi terhadap rakyat Palestin dan Hamas. Sebaik sahaja tentera telah mewujudkan ketenteraman di Semenanjung Sinai, beliau menegaskan, ia akan mencetuskan demonstrasi popular.

Al- Sisi telah bertemu dengan Shaikh Hazza bin Zayed, penasihat kepada Lembaga Keselamatan Negara UAE, dan bekas 'orang kuat' Fatah - Mohammed Dahlan , kata Ketua Hassan.

"Sejumlah $ 750 juta telah diperuntukkan untuk komplot tersebut, " beliau mendakwa, "Yang akan menyebabkan Gaza kembali dalam kawalan Mesir atau menyerahkannya kepada Pihak Berkuasa Palestin [di Ramallah ]."

Dalam satu mesyuarat penentuan, katanya , yang berlangsung satu setengah jam di pejabat Al- Sisi. Objektif berikut telah dipersetujui :

1) Sinai akan " dibersihkan " dari kumpulan militan dan puak-puak nomad di sempadan Gaza akan dilucutkan senjata.
2) Sebuah pengkalan pesawat drone akan ditubuhkan oleh Mesir di Sinai di bawah pengawasan antarabangsa. Serangan udara akan dilancarkan terhadap " Gerakan Jihad Global".
3) Semua terowong antara Gaza dan Mesir akan ditutup, dan Mesir akan memotong semua bekalan penting yang pergi ke Gaza.
4) Bekalan elektrik dari Mesir ke Gaza akan terputus sama sekali.
5) Perjanjian antara Pihak Berkuasa Palestin, Mesir dan Israel akan diaktifkan semula dengan kedatangan pemerhati antarabangsa ke Lintasan Sempadan Rafah.
6) Hamas akan ditumbangkan dan Semenanjung Gaza akan dikembalikan kepada kawalan Presiden Mahmoud Abbas .
7) Kuasa di Gaza akan diserahkan kepada PA atau orang dalam bayaran dan kawalan UAE, seperti Dahlan.

Sumber : Middle East Monitor
#mesirkini
#R4BIA

Thursday, August 15, 2013

Cubaan Syiah menjatuhkan Kerajaan Islam Turki gagal.



Baru-baru ini umat Islam digemparkan dengan protes dan rusuhan bermula pada 27 Mei 2013 di Istanbul, Turki. Kelompak Sekular dan Syiah tidak berpuas hati dengan undang-undang baru Turki yang mengharamkan penjualan arak pada jam 10 malam sehingga jam 6 pagi serta tidak dibenar menjualnya di kawasan yang berdekatan dengan Masjid dan Sekolah kecuali di sekitar kawasan perlancongan.

Sebenarnya bukan itu sahaja, kelompok Syiah juga tidak berpuas hati dengan cadangan Kerajaan Turki untuk mencipta sebuah lagi jambatan baru di Turki yang dinamakan Yavuz Sultan Selim Köprüsü. Kelompok Syiah dari kalangan Alawi tidak berpuas hati dengan nama jambatan tersebut kerana kebencian dan dendam kesumat mereka terhadap Sultan Selim yang terkenal dengan sikap antinya terhadap Syiah.

Sultan Selim bertindak menghalang habis-habisan pengaruh Syiah daripada terus tersebar di empayar Turki khususnya yang datang daripada Kerajaan Syiah Safawiyah ketika itu. Kelompok Syiah di Turki begitu marah dan memprotes sikap Kerajaan Turki yang kononnya bagi mereka cuba mencetuskan kemarahan mereka.

Kita wajib juga perlu ketahui bahawa KETUA PEMBANGKANG TURKI iaitu Kemal Kılıçdaroğlu merupakan seorang SYIAH ALAWIYAH dan beliau begitu berbangga dengan pengakuan beliau di sebuah akhbar tempatan Turki pada Julai 2011.

"Saya seorang Alawiyah (Syiah) dan semenjak bila ianya menjadi suatu jenayah untuk menjadi seorang Alawi di negara (Turki) ini?" - katanya. Ternyata pengakuan ini mengejutkan banyak pihak di Turki kerana sebelum ini beliau hanya berselindung di sebalik nama sekular, walhal dalam diam beliau membawa agenda jahat Syiah!

Umat Islam kini telah mengenali siapakah Syiah dan apakah agenda mereka terhadap dunia Islam. Apa yang berlaku di Syria cukup membuktikan bahawa betapa bahayanya kelompok Syiah Alawiyah ini yang sememangnya sangat membenci umat Islam.

Alhamdulillah umat Islam di Turki telah mengajar kelompok Syiah ini dengan mengadakan sebuah perhimpunan besar-besaran pada 15 Jun bagi menyokong Kerajaan Turki yang dinamakan sebagai ‘Perhimpunan menghormati Negara’ ianya dianjurkan di beberapa buah Negeri di Turki seperti Ankara, İstanbul dan Sincan. Perhimpunan ini mendapat sambutan yang sangat mengejutkan apabila jutaan rakyat menghadirinya bagi menyatakan sokongan mereka terhadap Kerajaan Islam Turki.

# Minta tolong sebarkan maklumat ini kerana umat Islam perlu tahu apa yang berlaku di Turki ketika ini.


sumber: https://www.facebook.com/ganyangsyiah

Wednesday, July 17, 2013

GEMPAR!!! Setiausaha Parlimen Australia Dikecam Pasal Al Quran



SETIAUSAHA PARLIMEN AUSTRALIA, ED HUSIC

Dikecam kerana bersumpah menggunakan Al Quran sewaktu perlantikan beliau.



Menteri Muslim pertama yang menjawat jawatan tinggi di struktur kerajaan Australia, diserang secara rasis di jejaring sosial media hanya disebabkan beliau mengangkat sumpah menggunakan 
Al-Quran dan tidak menggunakan Kitab Injil.

“Saya adalah saya,” kata Ed Husic, yang diangkat sebagai Setiausaha Parlimen kepada Perdana Menteri Kevin Rudd pada hari Isnin.

“Jelas Saya tidak akan bersumpah menggunakan kitab Injil ” Ujarnya.

“Tapi saya juga berfikir bahwa anda pasti akan memiliki, dari waktu ke waktu, di sekeliling anda ada orang-orang yang ekstrim, ada orang-orang ekstrim di dalam agamanya dan ada orang-orang yang ekstrim di luar itu dan mereka akan selalu mencari cara-cara untuk mempengaruhi orang lain. ” katanya.

Husic, yang berasal dari Bosnia, adalah Muslim pertama yang diangkat sebagai Setiausaha Parlimen kepada Perdana Menteri Australia. Beberapa jam setelah ia mengangkat sumpah di hadapan Gabenor Jeneral Quentin Bryce, di halaman Facebooknya, beliau telah menerima ratusan komen-komen dari mereka yang marah dan tidak bersetuju dengan keputusannya untuk menggunakan Al-Quran, dan bukan Kitab Injil seperti kebiasaanya yang digunakan untuk mengangkat sumpah.

“Anda telah melakar sejarah terburuk, bersumpah menggunakan Al-Quran!! Ini adalah Australia dengan Hukum Australia,” kata seorang komentar yang menggunakan nama FB Dinki Di Sheila.

“Bersumpah untuk melayani Australia dengan menggunakan ‘buku teroris’, buku yang sama yang digunakan oleh Al-Qaeda.... Menjijikkan,” antara komen yang lainnya.

“Memalukan, Memalukan, Memalukan,” tulis Ross.

“Saya sangat kecewa dengan kerajaan sperti mereka tidak memiliki tulang belakang untuk berdiri dengan cara hidup Australia.”

“Anda harus merasa malu sebagai bangsa yang besar. Politik Australia telah mengikuti anjing, dan melakukan tindakan khianat dengan bersumpah dengan Al-Quran, Anda adalah anjing kampung terbesar di halaman rumah!, ” kata Pengguna lain, Steve Kerr

Husic, berusia 43 tahun, melakar sejarah pada tahun 2010 ketika beliau telah terpilih sebagai anggota parlimen bagi Sydney barat. Beliau mengangkat sumpah dengan tangan kanannya memegang kitab Alquran.


P/S: Ed Husic, kami muslim sentiasa menyokong tindakan kamu yang jelas memuliakan hak sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa. Jangan dihiraukan suara-suara sumbang mereka yang anti dengan Islam. Seandainya mereka tahu ajaran Islam yang sebenarnya, pastinya mereka menyesali apa yang mereka perkatakan.

Wallahua'lam

Kredit : Page 1 Juta Like Rakyat Malaysia Menolak Penghinaan Terhadap Rasulullah S.A.W