.

.

Friday, May 13, 2016

Sultan Nuruddin Zanki, Khalifah Islam yang bijak dan adil.



TAK banyak orang mengenal sosok Pahlawan besar Islam yang satu ini.
 Berkat Kiprahnya memimpin, Mesir dan Tanah Syam menyatu dalam 
Kepemimpinan Islam, yang pada saat itu tercerai berai oleh Pasukan 
Salib dan Syiah di Mesir (Bani Fathimiyyah). Berkat jasa besarnya, 
pintu Penaklukan Kedua atas Palestina oleh penerus sekaligus 
muridnya, Sholahuddin Al Ayyubi menjadi terbuka lebar.

SULTAN TERBAIK SETELAH UMAR BIN ABDUL AZIZ

Dengan penerapan Islam secara Kaffah (menyeluruh), keadilan, dan 

kesejahteraan menjadi kunci pembuka bagi kegemilangan pasukan 

tentera dalam melawan kezaliman, mengusir musuh pasukan Salib 

dan membuat Keadaan negara menjadi teguh tak tergoyahkan.

Sultan Nuruddin Zanky, nama lengkapnya adalah Al-Malik Al-Adil 

Nuruddin Abul Qasim Mahmud bin Imaduddin Zanki, lahir pada tahun 

1118 M. Beliau adalah putra kedua dari Imam Ad-Din Zanki. 

Imam Ad-Din Zanki merupakan gubernur Aleppo, Suriah pada masa 

itu. Ayahnya dibunuh musuh pada tahun 1146 M. Kemudian Nuruddin 

dan abangnya Saif ad-Din Ghazi I membagi wilayah kekuasaan 

menjadi dua. Nuruddin mengendalikan separuh wilayah dari Aleppo,

 dan abangnya mengendalikan separuh lagi dari wilayah Mosul, Irak.

 Pada akhirnya kedua wilayah ini bersatu di bawah kepemimpinan 

Sultan Nuruddin Zanky. Nuruddin Zanky terkenal sebagai pemimpin 

yang saleh dan adil. 

Ibnu al-Athir, seorang sejarawan Muslim, penulis kitab Al-Kamil 

fi-l-Tarikh, mendudukkan beliau pada urutan ketiga pemimpin paling 

adil setelah Khulafaur Rasyidin dan Khalifah ‘Umar bin Abdul 

Aziz Rahimahullah.

Tentang ini Ibn al-Athir menerangkan, “Di antara bukti keadilan 

Nuruddin adalah ia tidak pernah menjatuhkan suatu hukuman 

berdasarkan dugaan atau tuduhan melainkan meminta dihadirkan 

beberapa saksi atas tindakan yang dilakukan oleh terdakwa. 

Kemudian jika memang ia terbukti salah, maka Nuruddin akan 

menghukumnya dengan hukuman yang pantas dan tidak 

berlebih-lebihan. Dengan keadilan ini, Allah menghilangkan 

sekian banyak kejahatan di negerinya. Sedangkan di negeri lain

 kejahatan begitu bermaharajalela karena para penguasanya 

menerapkan kebijakan represif, hukuman yang berlebihan, 

dan memutuskan suatu hukuman berdasarkan dugaan. 

Wilayah kesultanan Nuruddin yang begitu luas terasa aman 

dan tidak banyak orang yang jahat disebabkan oleh keadilan 

dan komitmen dalam menjalankan tuntunan syariah yang suci.”

LANGKAH STRATEGIK DI BIDANG POLITIK DAN EKONOMI

Untuk menjadi Negara yang kuat, ada dua kunci utama adalah 

Pertama, Penerapan Syariah dan Kedua, penyatuan negeri 

Islam dalam Satu Kepemimpinan. Dalam Hal Ekonomi. 

Restrukturisasi kebijakan Ekonomi dalam hal penerimaan negara 

dilakukan secara radikal dan 

fundamental. Pada saat sebelum Sultan Nuruddin Zanky berkuasa, 

pajak yang berlaku saat itu mencapai 45 persen untuk rakyatnya. 

Sultan mencabut kebijakan pajak tersebut dan mencari sumber 

pendapatan lain yang sesuai Syari’ah agar mendapat berkah.

Kebijakan pajak membuat rakyat tercekik dan susah 

mengembangkan hartanya. Ibnu Khaldun berkata : pajak 

tidak membuat negeri kaya, pajak membuat pembangunan 

terhenti, gedung tidak berkembang, pengusaha 

menyembunyikan hartanya. Sultan meminta kepada 

para ulama dalam setiap khutbah Jum’at agar menyampaikan 

permintaan ma’af kepada seluruh kaum muslimin atas pajak 

yang sebelumnya telah diberlakukan.

Penerimaan negara yang sah dan syar’i adalah dari zakat, infaq, 

shodaqah, jizyah, kharaj, fai, ghanimah, ‘usyur dan khumus.

. (Lihat : Sistem Keuangan Negara Khilafah, karya Syekh Abdul 

Qadim Zallum). Adapun Pajak (dharibah), diterapkan jika negara 

dalam kondisi paceklik, kas negara kosong, dengan dua syarat 

obyek dan wajib pajak, yakni muslim dan kaya. Non muslim dan 

tidak kaya, bebas dari beban pajak! Pajak dalam hal ini 

bersifat Insidental.

Berkat strategi radikal dan strategis di bidang ekonomi 

inilah, keadilan dan kesejahteraan di Syam menjadi meroket. 

Dan dampaknya berpengaruh pada infrastruktur dan ketenteraan. 

Pasukannya merupakan yang paling kuat di Suriah pada masa 

itu. Tentang ini Ibn al-Qalanisi berkata, ”Tidak ada yang pernah 

melihat tentara yang lebih baik daripada tentaranya … (baik) 

dalam hal penampilan, perlengkapan, maupun jumlahnya.”

Dalam hal politik dan kekuasaan, kebijakan ekonomi dan 

kesejahteraan menjadi magnet bagi persatuan umat Islam dan 

kunci kekuatan dalam penaklukan. 52 kota di tanah Syam 

kembali ke tangan kaum muslimin. Dan puncaknya seluruh 

tanah Syam menyatu dan berpusat di Damaskus. Kebijakan 

bengis dan menindas negara Romawi berbanding terbalik 

dengan kebijakan Syariah Sultan Nuruddin Zanky, sehingga 

berbagai wilayah di sekitar Suriah bergejolak dan mendukung 

kepemimpinan Islam di bawah Sultan Nuruddin Zanky.

PINTU PENAKLUKAN PALESTIN TERBUKA LEBAR

Keagungan, dan kemuliaan Kepemimpinan Islam oleh Sultan 

Nuruddin Zanky menjadi inspirasi bagi penerusnya Sholahuddin 

Al Ayyubi Rahimahullah. Untuk menaklukkan Palestina, 

tanah Syam harus bersatu terlebih dahulu, dan hal itu telah 

dilakukan dengan cemerlang dan berani oleh Sultan Nuruddin 

Zanky. Perkembangan teknologi, IPTEK dan ketenteraan 

bekembang pesat pada masa itu. Pedang Damaskus misalnya. 

Dia adalah pedang terkuat dan legendaris hingga hari ini. 

Mereka menggunakan teknologi Nanotubes dalam bahan 

pembuatan pedang.

Pedang ini lebih kuat dan tangguh daripada Pedang Samurai 

milik Jepun apalagi Keris Indonesia. Dan sampai saat ini belum 

ada scientists yang bisa menemukan bagaimana cara membuat 

carbon nanotubes dalam struktur mikro baja. Termasuk 

bagaimana membuat pedang Damaskus dengan struktur 

yang sama seperti aslinya. Pelajaran penting dan 

mencengangkan lainnya adalah, dengan Khilafah ternyata

 suatu masyarakat bisa menciptakan sesuatu karya 

yang elegan, bahkan bisa dibilang melebihi sejarah 

pengetahuan itu sendiri. Luar biasa!

Dengan pedang Damaskus itulah, pasukan Salib morat marit, 

lari tunggang langgang, tameng dan baju perisai besi 

tak ada guna. Kehebatan teknologi pedang saat itu, 

sebagaimana kehebatan teknologi perang saat ini, 

penuh rahsia, strategi, dan kekuatan pendukungnya yakni 

EKONOMI DAN POLITIK. Dan keberkahan kepemimpinan 

yang bisa menghasilkan kekuatan politik, ekonomi dan militer, 

hanya dengan penerapan Syari’ah secara kaffah, dan 

penyatuan dunia Islam dalam naungan khilafah.

TANAH SYAM KUNCI PENAKLUKAN AFRIKA DAN EROPA

Melalui Suriah, maka Penaklukan Palestin dan Mesir akan 

menjadi terbuka. Melalui Mesir pulalah, Afrika akan berpeluang 

besar untuk disatukan dalam satu kepemimpinan. Dan Melalui 

Afrika itulah penaklukan Eropa Barat semakin terbuka 

sebagaimana yang dilakukan oleh Abdurrahman ad Dakhil 

yang sukses menyeberang melalui Maroko dan membuat 

kekuasaan di Andalusia, Spanyol. Dan melalui Suriah pula, 

Pintu penaklukan Eropa Timur menjadi terbuka melewati 

Turki (Konstantinopel) seperti yang dilakukan oleh 

Sultan Muhammad Al Fatih.

Suriah wilayah paling strategis secara teritorial, dan merupakan 

daerah yang diberkahi secara normatif karena sering dipuji 

oleh Rasulullah Saw. Letak strategis Suriah inilah, 

menjadikan daerah ini wilayah yang diperebutkan oleh siapapun

 yang ingin menguasai Dunia. Apa yang dilakukan oleh 

Sultan Nuruddin Zanki dengan menguasai bumi Kinanah, 

meliputi tanah Syam dan Mesir (Suriah, Yordania dan 

Libanon, belum Palestina), dan menyatukan kepemimpinan

 Islam dalam satu naungan Khilafah dengan 

penerapan Syariah, merupakan pengalaman sejarah 

yang menjadi momok Dunia Barat dan Timur, khususnya 

Israel. Konflik di Suriah akan terus berlangsung. 

Kredit: https://www.islampos.com/275613-275613/

Wednesday, May 4, 2016

Memperingati penyembelihan penduduk Bayda dan Baniyas


Tentera rejim zalim Bashar dan tentera penyokong rejim Bashar Al-Assad memasuki perkampungan ini dan menembak siapa sahaja yang mereka nampak, mereka mengganas selama 2 hari dan lebih dari 500 orang awam maut dalam penyembelihan ini.

Inalilahi wainalilahi rojiun.

UN sudahpun mempunyai laporan lengkap dan mempunyai bukti yang cukup namum seperti biasa mereka hanya mengutuk serangan tersebut itu sahaja. Mereka seperti mereka merestui penyembelihan ini. Ini lah nasib saudara muslim kita.

Bayangkan kalau penyembelihan ini berlaku di Eropah pasti berduyun-duyun negara mengucapkan takziah dan media seluruh dunia membuat liputan.

Wahai rakyat Malaysia.
Kita adalah media rakyat Syria yang sedang disembelih oleh rejim zalim Bashar Al-Assad Nusairiah dan sekutunya.
Sebarkan kisah mereka!

Jangan biarkan saudara Syria kita bersendirian menghadapi penyembelih rejim zalim Bashar Nusairiah yang disokong Syiah ini!

Bayda dan Baniyas
2/5/2013

Syria berdarah, ratusan terkorban

SYRIA - Sejak Mac 2011, pergolakkan antara rakyat dan regim Bashar al-Assad di bumi Syria tidak pernah reda. Hingga kini dilaporkan ratusan ribu telah terkorban dan jutaan tercedera yang melibatkan semua peringkat umur dewasa mahupun kanak-kanak.


  Sementara itu, dilaporkan lebih setengah daripada 12 juta rakyatnya telah menjadi pelarian dalam Syria mahupun di negara- negara jiran seperti Turki, Jordan, Lubnan malah hingga ke benua Eropah.

PERANG YANG MAKIN KOMPLEKS

Kini, konflik yang menjangkau enam tahun itu, menjadi makin parah dan kompleks, penglibatan campur tangan kuasa-kuasa besar seperti Rusia dan Iran yang berpihak kepada Bashar menyebabkan keadaan menjadi lebih rumit.

Lebih parah lagi, apabila kumpulan pejuang seperti kumpulan Negara Islam Iraq dan Jajahannya (ISIL) atau juga dikenali Negara Islam Iraq dan Syria (IS), Jabhan Nusrah, PYD (Kurdi), menjadi duri dalam daging sehingga melambatkan kemenangan perjuangan rakyat Syria.

Dalam pada itu, sejak November 2015, ratusan serangan udara dan darat daripada pihak regim tentera Syria dengan bantuan kuasa-kuasa besar telah mensasarkan bandar Aleppo, Idlib dan pinggiran kota Damaskus.

Sasaran serangan yang kononnya dikatakan untuk melumpuhkan dan menghapuskan pejuang penentang dan  IS, sebenarnya ia hanya ditujukan kepada tempat-tempat orang awam yang tidak berdosa.

Dilaporkan tidak kurang daripada 1,500 orang awam terkorban sejak beberapa bulan yang lalu. Dan sejak 23 April lalu, serangan meningkat dan berterusan serta mensasarkan bandar Aleppo, bandar yang terbesar yang masih didiami hampir 250,000 rakyat Syria.

RAKYAT MENJADI MANGSA

Memetik sumber-sumber berita rasmi antarabangsa seperti Observer dan Al-Jazeera serangan udara sejak seminggu lalu oleh tentera regim dan Rusia mensasarkan masjid, sekolah, tempat-tempat pertahanan awam, pejabat-pejabat NGO, perkhidmatan ambulans dan malah beberapa hospital awam.

Menurut Presiden Perbandaran Aleppo, Brita Hasan, dilaporkan setiap hari berlaku serangan kejam yang mengakibatkan ratusan rakyat yang tidak bersalah menjadi mangsa.

"Serangan minggu lalu telah mengakibatkan  tidak kurang 347 orang terkorban termasuk 76 darinya kanak-kanak dan 38 wanita," katanya petik laporan Al-Jazeera.

Jelasnya lagi, pihak tentera regim juga melakukan serangan dengan bom barel, serangan udara dan misil di banyak kawasan termasuklah di Hritan, Kaft Dael, Bab al-Haded dan kejiranan Kastelo, jalan menuju Aleppo.

"Selama beberapa minggu yang lalu pihak regim dibantu oleh Rusia melakukan 907 serangan roket, 207 bom barrel, 36 cluster bom, 6 bom phosphorous dan 63 peluru berpandu jarak dekat.

"Serangan-serangan  tersebut mensasarkan 517 kawasan kediaman, 25 pasar rakyat, 6 pusat perubatan dan 39 kawasan orang awam," ujarnya.

Sementara itu,serangan bom udara keatas beberapa pusat rawatan termasuk Hospital al- Quds di Aleppo pada 29 April lalu, telah mengorbankan Dr Muhammad Maaz, satu-satunya pakar kanak-kanak yang masih ada dan juga membunuh lebih 30 orang staf serta pesakit di Hospital yang dikendalikan oleh NGO Antarabangsa Doctors Without Border (MSF).

Oleh itu,sebagai umat Islam dimana jua berada, fakta kerakusan regim Bashar dan sekutu-sekutunya yang telah meratah kehormatan saudara-saudara  kita di Aleppo dengan pengeboman kejam wajib di kecam oleh seluruh masyarakat antarabangsa.

Untuk itu, melalui Biro Misi Kemanusiaan Pertubuhan Himpunan Lepasan Institusi Pendidikan Malaysia (Haluan) Malaysia yang prihatin dalam isu kekejaman di Syria sejak 2012 dengan penyaluran pelbagai bantuan di kem-kem pelarian di Turki, Jordan mahupun didalam Syria sekali lagi merayu dan mengajak masyarakat Malaysia terus prihatin dan menyertai bantuan kecemasan ini.

Sumbangan berbentuk kewangan dan penyebaran maklumat tentang kempen ini kepada rakan-rakan  yang lain amat dihargai dan diperlukan.Perkembangan terkini di Aleppo dan Syria boleh diikuti melalui Facebook 'Misi Kemanusiaan Haluan'.

"Pihak kami mengalu-alukan mana-mana badan kerajaan, swasta, surau, masjid dan  institusi pendidikan untuk menjemput pihak kami bagi berkongsi pengalaman dan memberi penerangan tentang isu kemanusiaan Syria," jelas Ketua Biro Kemanusiaan Haluan, Dr Baharuddin Suri.