.

.

Thursday, December 15, 2011

SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PADERI

 


Surat Nabi Muhammad Kepada Paderi St. Catherine’s Monastery

Pada tahun 628 Nabi Muhammad SAW mengeluarkan Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery di Mount Sinai. 

Surat ini mengandungi tentang aspek-aspek hak asasi manusia termasuk perlindungan bagi umat Kristian, kebebasan beribadah dan bergerak, menjaga harta mereka, dan hak untuk dilindungi di dalam medan perang.

St. Catherine's Monostery

Di bawah adalah terjemahan dokumen tersebut di dalam bahasa Inggeris :-

“This is a message from Muhammad ibn Abdullah, as a covenant to those who adopt Christianity, near and far, we are with them.

Verily I, the servants, the helpers, and my followers defend them, because Christians are my citizens; and by Allah! I hold out against anything that displeases them.

No compulsion is to be on them.

Neither are their judges to be removed from their jobs nor their monks from their monasteries.

No one is to destroy a house of their religion, to damage it, or to carry anything from it to the Muslims’ houses.

Should anyone take any of these, he would spoil God’s covenant and disobey His Prophet. Verily, they are my allies and have my secure charter against all that they hate.

No one is to force them to travel or to oblige them to fight.

The Muslims are to fight for them.

If a female Christian is married to a Muslim, it is not to take place without her approval. She is not to be prevented from visiting her church to pray.

Their churches are to be respected. They are neither to be prevented from repairing them nor the sacredness of their covenants.

No one of the nation (Muslims) is to disobey the covenant till the Last Day (end of the world).”

Surat Nabi Muhammad yang berada di St. Catherine's Monostery 

Maksudnya :-

"Ini adalah mesej dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian dengan orang-orang yang mengamalkan agama Kristian, jauh mahupun dekat, kita bersama dengan mereka.

Sesungguhnya saya, hamba-hamba, pembantu, dan pengikut saya mempertahankan mereka, kerana orang-orang Kristian juga adalah warganegara saya. Dan demi Allah! Saya bertahan terhadap apa-apa yang mengganggu mereka.

Tiada paksaan yang diberikan ke atas mereka.

Tidak ada hakim-hakim mereka yang akan dipecat daripada pekerjaan mereka dan tidak ada juga rahib mereka yang dibuang dari tempat ibadat mereka.

Tidak ada sesiapa yang akan memusnahkan rumah ibadat mereka, merosakkan, atau membawa apa-apa dari rumah ibadat mereka ke rumah-rumah orang Islam.

Sesiapa yang mengingkari perintah ini walaupun satu, dia akan merosakkan perjanjian Allah dan menderhaka kepada Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan saya mempunyai piagam yang selamat terhadap apa yang mereka benci.

Tiada sesiapa yang akan memaksa mereka untuk melakukan perjalanan atau memaksa mereka untuk berperang.

Orang-orang Islam berjuang untuk mereka.

Jika seorang wanita Kristian berkahwin dengan seorang Muslim, dan dilakukan tanpa kemahuan beliau. Dia tidak akan dihalang daripada melawat gereja untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka perlu dihormati. Mereka tidak boleh dihalang daripada memperbaiki diri mereka mahupun kesucian janjinya.

Tiada satu negarapun (Islam) akan melanggar perjanjian ini sehingga ke hari terakhir (akhir dunia)."

Topkapi Palace yang menyimpan salinan asal perjanjian


Pada tahun 1517, piagam asli ini diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan kini berada di Muzium Topkapi di Istanbul. Akan tetapi Sultan memberikan salinan piagam tersebut kepada para biarawan, dan mengkaji isi piagam tersebut.

Dari koleksi besar gulungan kuno dan moden yang diawetkan di perpustakaan biara, jelaslah bahawa Perjanjian Nabi, walaupun asli ataupun hanya salinan, jelas memberikan hak dan perlindungan untuk umat Kristian.





 Sumber: http://zharifalimin.blogspot.com

Friday, December 9, 2011

WONG FEI HONG @ FAISAL HUSSEIN WONG




Dicatat oleh
DRS. KHALIL IDHAM LIM

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film "Once Upon A Time in China".Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais.Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

(Harus di ingat gelaran fei ini juga merujuk kepada orang-orang cina muslim di negara kita seketika dahulu,ie, kumpulan Hai San di Perak).

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan(Harimau)Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas.

Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).

Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun),pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangankosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.

Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejamdi Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton .

Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan
juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin(tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun
dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya http://www.blogger.com/img/blank.gifhttp://www.blogger.com/img/blank.gifdehttp://www.blogger.com/img/blank.gifngan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah
kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

(Tidak menghairankan sekiranya Manchu sebagai maharaja terakhir China di gambarkan sesegitu rupa bagi menghalalkan kerajaan komunis sediaada di China).

http://sejarahnagarakedah.blogspot.com/2010/07/wong-fei-hong.html

Friday, August 27, 2010

colonial coins




8R  1808  LIMAE-JP             Charles IV portrait coinage   (Mexico City) 
Obverse:  CAROLUS · IIII ·     DEI · GRATIA · 1808 ·
Reverse:   · HISPAN · ET IND · REX · [M monogram] · 2 R · J · P ·
Weight:  97.9 g   (6.33 grams)                  Diameter:  27.0 mm
Comments:  This is an example of the "portrait" or "modified pillar" design with a portrait of Charles IV on the obverse and the Spanish arms between the two pillars on the reverse. In the reverse legend the monogram 'M' is the mintmark indicating the coin was produced at the mint in Mexico City. This is followd by '8 R' which indicates the denomination of eight reales. The T and the H are the initials of the assayers. In the date there are breaks probably due to defective punches in the numbers 8 and 0.

This coin available for sell.