.

.

Friday, June 12, 2015

Akhir Zaman akan keluar Binatang Dabbatul Ardhi beri tanda Muslim dan Kafir.




Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami akan mengeluarkan seekor binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia sudah tidak yakin kepada ayat-ayat kami.”
(An Naml: 82)

Tanda kiamat besar yang kelima ini dapat dilihat oleh orang-orang Mu’min dan terjadinya berdekatan dengan terbitnya matahari dari barat.

Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya tanda-tanda kiamat pertama yang akan terjadi adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya seekor binatang kepada manusia pada waktu Dhuha, yang manapun diantara dua hal ini akan duluan terjadi, maka yang keduanya akan terjadi dalam waktu yang dekat.”
(Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibn Majah dari ‘Abdullah bin ‘Umar)
Al Hafizh Ibn Hajar berkata:
“Dan kemungkinannya adalah bahwa binatang bumi tersebut akan muncul pada hari terbitnya matahari dari barat.” Al Hakim ‘Abdullah berkata: “Yang terlihat (dari nash-nash) adalah bahwa yang terjadi lebih dahulu adalah terbitnya matahari dari Barat atau pada waktu yang dekat darinya”. Kemudian Ibn Hajar berkata lagi: “Saya mengatakan bahwa hikmah dari hal tersebut adalah bahwa ketika matahari terbit dari barat tertutuplah pintu tobat, maka keluarnya binatang bumi tersebut adalah untuk membedakan antara orang Mu’min dengan orang kafir adalah untuk menekankan maksud dari tertutupnya pintu tobat.”
(Fahtul Baari, kitaburriqaq, Thulu’issyamsi Min Maghribiha, hal.303)

Barangkali yang menyebabkan dua tanda ini akan terjadi dalam urutan yang berdekatan adalah karena terjadinya salah satu dari dua tanda ini akan menutup pintu tobat, maka kedatangan tanda selanjutnya yaitu untuk menguatkan bahwa pintu tobat telah benar-benar tertutup. Wallahu A’lam.

Ketika matahari telah terbit dari barat maka tertutuplah pintu tobat dan dicaplah manusia menurut kelompok mereka (mu’min atau kafir). Lalu muncullah binatang bumi yang akan menekankan bahwa pintu tobat benar-benar telah tertutup dengan penandaan orang-orang Mu’min atau kafir.

Ciri-Ciri Binatang Bumi (Dabbatul Ardhi)

Ia adalah seekor binatang yang besar, berbulu panjang, berbulu roma pendek dan halus dan mempunyai beberapa kaki. Bentuknya adalah besar, akan tetapi kita tidak menemukan hadits-hadits yang shahih yang bisa dijadikan sebagai sandaran yang menerangkan tentang sifat-sifat besarnya, walaupun ada yang menerangkan sifat-sifat ini dengan terperinci yang menunjukkan berapa besarnya, dimana apabila ia keluar dari sebuah celah di bukit Shafa secepat lari kuda selama tiga hari maka belum akan keluar sepertiga dari badannya dan lain-lain sebagainya dari sifat-sifat yang menunjukkan berapa besarnya. Wallahu A’lam dengan hadits-hadits yang menerangkan sifat-sifat seperti tersebut. Masalah berapa besarnya adalah tidak terlalu penting bagi kita. 

Cukup bagi kita untuk meyakini saja bahwa Binatang Bumi benar-benar akan keluar di hari kiamat nanti berdasarkan firman dari Allah:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami akan mengeluarkan seekor binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia sudah tidak yakin kepada ayat-ayat kami.”
(An Naml: 82)


Tujuan Dikeluarkannya Binatang Bumi (Dabbatul Ardhi) Oleh Allah

1. Berbicara (memperkatakan) kepada manusia bahwa: “Sesungguhnya manusia sudah tidak yakin dengan ayat-ayat Allah.”

2. Memberikan tanda-tanda atau cap di tiap-tiap wajah manusia dimana tanda-tanda itu akan membuat wajah orang mukminin bercahaya dan akan menggelapkan wajah orang-orang kafir.

3. Bahkan orang-orang yang berada di masjid yang paling terjaga dan terhormat yaitu Masjidil Haram, ia tidak akan berhenti dari kejaran mereka, ia akan memekik (bersuara) antara maqam Ibrahim dengan Hajarul Aswad (Ka’bah) sambil menebarkan tanah dari kepalanya, kemudian ia menghadap ke timur dan mengeluarkan suara keras yang melampaui segala penjurunya, kemudian ia menghadap ke barat dan melakukan hal yang sama. Hal itu menyebabkan manusia terpisah darinya secara bersama-sama (cerai berai dan dengan berkelompok) sedangkan satu kelompok dari kaum Muslim akan tetap bersiteguh dan mereka telah mengetahui bahwa ia adalah binatang Allah sedangkan mereka tidak akan dapat mengalahkan Allah.

Binatang tersebut memberi tanda pada muka orang mukminin sehingga ia menjadi terang seperti bintang dan binatang tersebut akan berjalan di muka bumi yang tidak dapat dikejar oleh siapapun serta tidak seorangpun yang dapat melarikan diri darinya, bahkan apabila seorang laki-laki berselindung darinya dengan melakukan shalat, maka Dabbatul Ardhi akan datang dari belakangnya dengan berkata: “Hai fulan mengapa baru sekarang kamu shalat?” Lalu ia memberi tanda pada mukanya dan pergi.

Rasulullah bersabda:
“Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang Mu’min degan cincin, sehingga degan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: “Makanlah ini wahai orang Mu’min” dan “makanlah ini wahai orang kafir.”
(Riwayat Abu Dawud Ath Thayalisi, Ahmad dan Ibn Majah, semua riwayat tersebut berasal dari Hammad bin Salamah dari Abi Hurairah)

‘Abdullah bin Amru bin ‘Ash berkata bahwasanya binatang ini adalah Al Jassasah yang pernah disebut dalam hadits Tamimuddary. (Lihat Syarah An Nawawi atas Shahih Muslim)
   
Kredit: DetikIslam.blogspot

Friday, May 22, 2015

Kenyataan Syeikh Al Qardhawi berkenaan hukuman mati yang di jatuhi oleh Mahkamah Mesir yang “karut”


Alhamdulillah segala puji bagi Allah, selawat dan salam ke atas Rasulullah, kaum kerabatnya, para sahabat dan kepada semua yang mengikuti petunjuknya;
Aku telah dihubungi oleh beberapa media massa semalam dan hari ini, berikutan sebuah hukuman “karut” yang di keluarkan oleh Mahkamah yang diberi nama “Mahkamah” Jenayah Kaherah.
Saya tidak begitu mengambil berat tentang tuduhan palsu ini, malah orang-orang lain yang dipenjarakan secara zalim dan berada di dalam sangkar tertuduh itu juga tidak mengambil kisah dengan hukuman yang dijatuhkan. Jikalau bukan kerana paksaaan dari pihak yang melakukan rampasan kuasa, sudah pasti mereka tidak akan hadirpun perbicaraan tersebut. Ini adalah kerana penduduk Mesir dan seluruh dunia tahu bahawa tiada sebarang keputusan mahkamah yang perlu dihormati di Mesir yang sedang dikuasai oleh pihak perampas kuasa.
Sebaliknya ia (mahkamah di Mesir) merupakan salah satu alat yang digunapakai untuk melenyapkan para pembangkang yang menyeru ke arah kebebasan, kemuliaan insaniah dan keadilan sosial.
Ironinya, badan kehakiman yang sama tidak mempunyai apa-apa dakwaan salah laku ke atas Mubarak (bekas presiden Mesir) kecuali satu dakwaan salah guna harta awam dalam kes ‘Istana Presiden’. Walhal, dia (Mubarak) memerintah negara (Mesir) selama 30 tahun. (Dalam tempoh tersebut) dia telah banyak melakukan kerosakan, rompakan, penipuan terhadap negara dan pada akhir tempoh pemerintahannya dia membunuh para belia yang menyertai revolusi di Mesir. Tidak pula dia dan kedua-dua anaknya, ketua menterinya, para pemimpin partinya, menteri dalam negerinya mahupun ketua-ketua polisnya disabitkan bersalah malah tidak ada seorang pun pasukan keselamatan yang disabitkan bersalah di atas pembunuhan mana-mana para penunjuk perasaan sebaliknya presiden Mesir pertama yang dipilih melalui pilihan raya bebas dan adil pula yang dihukum mati!
Hakikatnya mereka sedang menghukum seluruh pendokong revolusi dengan menjatuhkan hukuman terhadap Mursi dan saudara ikhwannya. Seandainya mereka mampu untuk menjatuhkan hukuman mati ke atas setiap yang terlibat dalam revolusi Januari tersebut pasti mereka akan lakukannya. Inilah revolusi yang membimbangkan mereka, menggoyang tampuk kuasa serta menggoncang keangkuhan mereka. Revolusi ini juga hampir mengakibatkan segala harta kekayaan milik rakyat yang diambil daripada rakyat terlepas dari tangan mereka. 



Namun Allah tetap menzahirkan penipuan dan pembohongan mereka yang diketahui oleh semua yang mempunyai akal sihat, mata yang boleh memandang serta telinga yang dapat mendengar. Rakyat Mesir telahpun melihat siapa yang sengaja membuka penjara-penjara (bagi membebaskan para penjenayah) dan bagaimana Jeneral Batran dibunuh ketika enggan menurut perintah membuka penjara-penjara tersebut. Sungguhnya aku dan rakyat Mesir selainku telah menyaksikan sendiri video-video yang di terbitkan di laman internet yang membuktikan bahawa pihak polislah yang telah membuka penjara-penjara tersebut dan membebaskan para penjenayah yang merbahaya bertujuan untuk mengancam pihak yang menentang mereka serta menimbulkan huru-hara. Allah tetap menzahirkan pembohongan dan permusuhan mereka terhadap umat Islam khususnya di dalam isu utama iaitu isu bumi Palestin. Mereka berdiri bersama musuh Islam, lalu menjatuhkan hukuman mati terhadap sebahagian para syuhada’ Palestin yang telah gugur syahid di tangan regim zionis, juga ke atas sebahagian tahanan Palestin yang telah berada di dalam penjara para zionis sejak hampir 20 tahun!
Amat menjengkelkan di mana aku didakwa atas tuduhan menceroboh penjara Wadi Al Natrun dan dihukum mati sedangkan aku tidak pernah menziarahi Wadi Al Natrun seumur hidupku. Aku juga tidak pernah tahu bahawa di situ ada penjara di mana mereka menempatkan sebahagian pemimpin Ikhwan di penjara tersebut. Jadi bagaimana mungkin aku terlibat sama dalam pencerobohan ke atas penjara tersebut sedangkan aku menetap di Qatar yang jauhnya ribuan batu dari Mesir? Bagaimana mungkin ia berlaku sedangkan setiap Jumaat aku menyampaikan khutbah dalam keadaan duduk di minbar sejak beberapa tahun dan ramai yang mengikuti khutbahku? Umurku sudahpun beberapa tahun melebihi 80an dan aku sendiri tidak mampu bergerak jauh kecuali dengan menggunakan kerusi roda?! 



Aku juga tertanya-tanya seperti orang lain, mengapakah mereka menjalankan siasatan terhadap pencerobohan ke atas penjara tersebut sahaja dan tidak menyiasat kes-kes pencerobohan di penjara-penjara yang lain? Adakah ini hukuman balasan kalian terhadapku kerana berterus terang menyampaikan kebenaran dan menyokong hak rakyat Mesir untuk mendapat kebebasan mereka? Adakah kalian cuba menakutkan-nakutkan aku dengan hukuman mati ini? Ketahuilah sesungguhnya dari mula aku menuntut ilmu dan menyeru kepada Allah sloganku adalah:
“(Nabi-nabi yang telah lalu itu) ialah orang-orang yang menyampaikan syariat Allah serta mereka takut melanggar perintahNya dan mereka pula tidak takut kepada sesiapa pun melainkan kepada Allah dan cukuplah Allah menjadi Penghitung (segala yang dilakukan oleh makhluk-makhlukNya untuk membalas mereka)”. Al Ahzab (39)
Bermula sejak zaman remajaku, aku dan saudara-saudaraku telah menyeru-nyeru “Kematian di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kami”. Sesungguhnya kami amat merindui syahid dan tidak pernah pula takut berdepan dengannya! Malah jiwa kami sentiasa mengulangi (ayat):
“Katakanlah (wahai Muhammad): Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal. (51) Katakanlah: (Sebenarnya) tidak ada yang kamu tunggu-tunggu untuk kami melainkan salah satu dari dua perkara yang sebaik-baiknya (iaitu kemenangan atau mati syahid) dan kami menunggu-nunggu pula untuk kamu bahawa Allah akan menimpakan kamu dengan azab dari sisiNya atau dengan perantaraan tangan kami. Oleh itu tunggulah, sesungguhnya kami juga menunggu bersama-sama kamu. (52) “ AtTaubah
Aku akan terus menghabiskan sisa baki hidupku menyampaikan kebenaran, aku tidak takut untuk menerima kejian sang pengeji di jalan Allah, kemurkaan si zalim mahupun ugutan penjahat yang melampaui batas, sebaliknya aku akan kekal mempertahankan rakyat yang lemah di tindas sehinggalah kebebasan dan hak-hak mereka dikembalikan, aku hidup di atas tujuan tersebut dan aku meminta kepada Allah moga aku mati di atasnya jua.
Aku ingin katakan kepada Al-Sisi, para pengikutnya, hakim-hakimnya, rangkaian medianya serta para muftinya yang telah ditimpa kegilaan kerana semakin hampir kehilangan tampuk kuasa; Hakikatnya hukuman (mati) yang kamu putuskan itu bukanlah ke atas kami sebaliknya hukuman tersebut dijatuhkan terhadap diri kalian sendiri dan ketahuilah bahawa hari balasan (buat kalian) itu tidak begitu jauh lagi.
Aku telah menghabiskan kehidupanku berkhidmat kepada Islam, sebagai khatib, penyampai ilmu, mufti, penulis, penyampai syair, pendakwah dan tidak akan ada sesiapapun samada pemimpin, hakim atau pengikut yang dapat menambah usiaku ataupun menguranginya walau seketika:
“apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka akan dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka akan dapat meminta didahulukan”. (61) An Nahl
“Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali akan melambatkan kematian seseorang (atau sesuatu yang bernyawa” Al Munafiqun 11
Dan aku tidak akan putus berdoa kepada Allah agar mengurniakanku mati syahid di jalanNya.
Wahai para perampas kuasa, sesungguhnya sebelum ini kami tidak pernah berasa gentar kepada golongan terdahulu dari kalian, kami juga telah katakan apa yang benar di hadapan mereka, maka tidak sekali-kali kami akan takut akan kalian, dan kalian juga tidak akan dapat menakutkan kami. Janganlah pernah menyangka bahawa dengan hukuman-hukuman ini kamu akan dapat menguasai negara (Mesir) dan menundukkan rakyat, perkara ini adalah umpama:
“Dan orang-orang yang kafir pula, amal-amal mereka adalah umpama riak sinaran panas di tanah rata yang disangkanya air oleh orang yang dahaga, (lalu dia menuju ke arahnya) sehingga apabila dia datang ke tempat itu, tidak didapati sesuatu pun yang disangkanya itu; (demikianlah keadaan orang kafir, tidak mendapat faedah dari amalnya sebagaimana yang disangkanya) dan dia tetap mendapati hukum Allah di sisi amalnya, lalu Allah menyempurnakan hitungan amalnya (serta membalasnya); dan (ingatlah) Allah Amat segera hitungan hisabNya. (39) An Nur
Kalian akan mendapat balasan perbuatanmu di dunia ini di tali gantung atau sebagai sampah di dalam sejarah, kemudian kalian akan bangkit untuk berdepan dengan tuhan yang Maha Perkasa yang membalas segala kejahatan, yang telah mengisytiharkan perang ke atas orang yang memusuhi para waliNya.
Wahai Tuhan kami! Kepada Engkaulah sahaja kami berserah diri dan kepada Engkaulah kami rujuk bertaubat, serta kepada Engkaulah jua tempat kembali! Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau jadikan pendirian dan keyakinan kami terpesong kerana penindasan orang-orang kafir dan ampunkanlah dosa kami wahai Tuhan kami; sesungguhnya Engkaulah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (4-5) Al Mumtahanah

Yusuf Al Qardhawi
Pengerusi Persatuan Ulama Sedunia
(diterjemahkan oleh sekretariat JK Ulama IKRAM)
Harap disebarkan seluasnya

Wednesday, April 29, 2015

Mush’ab bin Umair, Pendekar di Perang Uhud


KALIMAT-kalimatnya menyerbu hati orang-orang Anshar. Suaranya bak lentera yang mengusir kegelapan syirik. Dia adalah Mush’ab al-Khair, salah seorang pendekar keimanan.
Ia seorang pemuda Quraisy yang hidup manja dan mulia di tengah keluarganya. Dia menyatukan antara penampilan yang elok dan akal yang cemerlang. Apa yang dimakan dan dipakainya di pagi hari tidak sama dengan apa yang dimakan dan dipakainya di sore hari.
Kalimat-kalimat iman menembus telinganya dan bersemayam di hatinya, sehingga ia menyatakan keislamannya. Memasuki rumah Arqam dan menemui Rasulullah SAW secara sembunyi-sembunyi. Kemudian keluarganya mengetahuinya, sehingga mereka mengikat dan menahannya. Lalu di kabur bersama Muhajirin ke Habsyah, pulang ke Makkah, kemudian hijrah ke Madinah.
Dia berkulit lembut tidak tinggi dan tidak pendek. Dia adalah delegasi pertama dalam Islam, dan orang pertama yang mengumpulkan jamaah di Madinah.
Beliau meninggalkan kehidupan yang nikmat kepada kehidupan sederhana dan kemiskinan. Serta memakai pakaian paling kasar. Kezuhudannya memberikan kesan di hati orang-orang Anshar.
Suatu hari Nabi SAW duduk bersama para sahabat untuk menyirami hati mereka dengan tutur katanya. Dalam kondisi demikian datanglah Mush’ab bin Umair ra. dengan memakai pakaian bertambal sulam dan using. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau kasihan dan iba.
Kemudian Nabi SAW bersabda, “Lihatlah orang yang hatinya diterangi Allah ini! Dulu aku melihatnya di antara kedua orang tua yang menyuapinya dengan makanan dan minuman yang terbaik. Aku pernah melihatnya memakai pakaian yang dibelinya seharga dua ratus dirham. Lalu kecintaan kepada Allah dan kecintaan kepada rasul-Nya mengajaknya kembali kepada kondisi yang kalian lihat.”
***
Abdurrahman bin Auf pernah diberi makanan. Saat makanan itu ditaruh di depannya, dia menangis keras. Kemudian dia berkata sambil mengatur napas yang tersengal-sengal, “Mush’ab terbunuh pada perang Uhud, namun kami tidak menemukan kain untuk mengafaninya. Saat itu dia memakai namirah. Bila kami tutupi kepalanya, maka kedua kakinya tampak. Jika kami tutupi kakinya, maka kepalanya tampak. Lalu Nabi SAW menyuruh kami untuk menutupi kepalanya dengan pakaian itu, dan menutupi kedua kakinya dengan daun phon idzkhar”

 
Mush’ab adalah symbol keberanian dan pengorbanan. Dia memiliki dua tangan: satu tangan untuk membawa bendera dan satu tangan lainnya untuk menyabetkan pedang. Ketika perang Uhud dia membawa bendera dengan tangan kanannya.
Ketika tangan kanannya putus, maka dia membawanya dengan tangan kirinya. Ketika tangan kirinya putus, maka ia membawanya di antara dua lengannya pada dadanya. Lalu Ibnu Qami’ah menyerangnya dan menusuknya dengan tombak hingga tembus tubuhnya yang suci. Innalillahi.
Sumber: 100 Tokoh Zuhud/penulis: Muahammad Shidiq al-Misyawi/Penerbit: Senayan Publishing/ Islampos.com